URAIAN MATERI

A. Sistem Persumbuan

Pada mesin Miling CNC , sistim persumbuan yang digunakan terdiri dari tiga sumbu, yaitu sumbu X, sumbu Y, dan sumbu Z. Sumbu X adalah sumbu yang sejajar dengan arah bentangan tangan kita seandainya kita menghadap ke mesin. Sumbu Y, adaah sumbu dimana arahnya sesuai dengan arah pandangan kita pada saat berdiri menghadap ke mesin. Adapun sumbu Zadalah sumbu tegak dari mesin, yakni sumbu di mana perkakas potong terpasang. Kedudukan satu sumbu terhadap sumbu yang lain saling tegak lurus. Dalam operasinya dikenal dua arah pergerakan, yaitu arah negatif dan arah positif. Untuk sumbu X arah positif terjadi bila gerakan pahat menuju arah kanan, sedangka arah negatif adalah arah gerakan pahat menuju kiri. Untuk sumbu Y gerakan positif seandainya pahat bergerak mendekati kita, dan negative jika pahat bergerak menjauhi kita. Untuk sumbu Z, arah positif adalah arah dimana gerakan pahat menuju ke atas, sedangkan arah negatif adalah arah gerakan pahat ke bawah. Untuk lebih jelasnya dapat diihat pada gambar berikut.

Gambar 1. Sistim Sumbu Pada Mesin Frais CNC TU-3A


Gambaran nyata dalam sebuah mesin dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2. Sistim sumbu pada mesin frais Tegak (a) dan Mesin Frais Datar (b) 


Gambar 3. Kaidah tangan kanan untuk menentukan jenis sumbu mesin Milling


Untuk mengingat ketiga sumbu tersebut dapat digunakan kaidah tangan kanan, yaitu:

B. Definisi Pemrograman

Pemrograman adalah memberikan data kepada komputer yang dapat difahami olehnya. Dengan kata lain, kita harus menyuapi komputer, menyusun data dalam urutan yang teratur dan dalam bahasa yang dikenal dan difahami oleh mesin. Hal ini dimaksudkan agar data tersebut yang dimasukan dapat diproses olehnya. Bahasa yang dimaskud dinyatakan dalam bentuk kode. Kode tersebut harus memenuhi bentuk kode standar internasional dengan mengacu pada standar ISO yang telah diakui dunia. Program dalam pengoperasian mesin CNC merupakan bagian persiapan pekerjaan yang tidak dapat dilewatkan. Oleh karena program tersebut merupakan sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin. Sehubungan dengan itu, seorang penulis program sebelum melakukan pemrograman harus memiliki pengetahuan dan pengertian yang mendasar mengenai gambar kerja, urutan pengerjaan, pengertian teknologi mengenai berbagai metode produksi seperti memfrais, mengefrais, mengebor dan lain-lain, teknik pemasangan/pemuatan benda kerja, dan alat-alat potong.

Pengertian tersebut diperlukan mengingat dalam membuat sebuah program, akan dihadapkan pada beberapa hal sebagai berikut :
  1. Petunjuk-petunjuk benda kerja yang bersangkutan seperti ditetapkan dalam gambar kerja dan dalam perintah kerja,
  2. Metode pengerjaan, yang mana kita harus meneliti tentang mesin, dan alat potong yang sesuai,
  3. Perencanaan dan penentuan harga pokok produksi.

Berdasarkan hal di atas, maka dalam penyusunan suatu program seorang pembuat program (programer) harus mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan sebagaii berikut :
  • Metode pengerjaan apa yang cocok unntuk mengerjakan benda kerja tersebut?
  • Bagaimana benda kerja tersebut harus dipasang ?
  • Informasi teknologi apa yang harus dipilih ?

Untuk Lebih lanjut silahkan kalian bisa download modul ini gratis DISINI atau klik pojok kanan atas, Semoga Bermanfaat dan bisa Mendapatkan tambahan Ilmu atau Informasi tentang Mesin Milling.

Post a Comment

Previous Post Next Post