TEKNIK OTOMASI INDUSTRI Untuk SMK JILID 3

MIKROKONTROLER
Micro Controller Unit (MCU) adalah sebuah chip mikrokomputer yang didalamnya terdapat mikroprosessor (CPU), memory RAM, ROM, EEPROM, I/O Port dan bahkan ADC-DAC serta beberapa fasilitas penunjang lainnya seperti misalnya Timer dan PWM yang sudah terintegrasi dalam satu IC.

8.1. Mikrokontroller MC68HC11F1

Salah satu jenis mikrokontroller yang dibahas pada buku ini adalah MC68HC11F1 buatan Motorolla yang memiliki feature sebagai berikut : Sistim timer expanded 16 bit dengan empat tingkat prescaler yang dapat diprogram
· Serial Coomunication Interface (misalnya untuk RS232)
· Serilal Peripheral Interface (misalnya untuk LCD)
· Delapan masukan analog 8 bit ADC
· Enam Port Digital I/O 8 bit
· Block Protect Mechanism untuk EEPROM dan CONFIG
· Nonmultiplexed Expanded Bus
· 68 pin PLCC
· Power saving STOP dan STOP
· 64 K Memory Addressability
· 512 bytes EEPROM
· 1024 bytes RAM
· 8 bit Pulse Accumulator Circuit
· Bit Test dan instruksi percabangan
· Real-Time Interrupt
· Empat Programmable Chip Select
· Computer Operating Properly (COP) Watchdog system


8.2. Mode Operasi dan Deskripsi Sinyal
8.2.1. Mode Operasi
MC68HC11F1 menyediakan fasilitas untuk memilih salah satu dari empat mode operasi. Ada dua mode operasi normal dan dua mode operasi khusus. Mode operasi normal yaitu mode sibgle-chip dan mode expanded yang tidak dimultiplex. Sedangkan mode operasi khusus yaitu bootstrap dan mode test. Pemilihan mode dilakukan dengan mengatur logika masukan pada pin MODA dan MODB seperti pada table beikut ini.




Pada mode ini, mikrokontroller bekerja terbatas sesuai dengan kemampuan yang tersedia pada satu chip mikrokontroller itu sendiri tanpa memiliki saluran alamat dan data keluar. Semua kode program disimpan pada EEPROM sebesar 512 byte yang beralamatkan $FE00 - $FFFF. Pada mode ini semua pin dapat dipergunakan sebagai input/output port dan semua aktivitas alamat serta data harus berada pada internal memory yang di dalam mikrokontroler. Untuk fungsi-fungsi penggunaan yang mudah dan pembuatan program yang relatif kecil serta dapat ditampung sesuai kapasitas memori intern, mikrokontroler dapat dioperasikan atau dapat dibangun pada “Single Chip Mode”. Program dibuat dan ditempatkan pada EEPROM yang tersedia di dalam chip mikrokontroler itu sendiri sedangkan data temporernya disimpan pada internal RAM. Pada fungsi ini, mikrontroller bekerja hanya dengan dirinya sendiri tidak dengan bantuan perangkat memori dan peripheral input output dari luar. Sinyal masukan dan keluaran langsung disambungkan ke pin-pin pada PORT yang tersedia dalam IC mikrokontroler itu sendiri. Dengan demikian secara phisik suatu kontrol dengan mikrokontroler single chip tidak memerlukan tempat yang besar. Karena kapasitas memori yang tersedia pada single chip biasanya kecil, penggunaan mikrokontroler pada mode single chip menjadi sangat terbatas untuk program-program pendek saja. Dengan adanya fungsi-fungsi seperti timer, watchdog-system, analog to digital conversion untuk keperluan masukan analog, interface untuk komunikasi data serial, port paralel dan serial serta port-port digital lainnya sebuah chip mikrokontroler dapat difungsikan sebagai ”Single Chip”, sedangkan untuk mikroprosessor tambahan fungsi-fungsi di atas tidak ditemukan.

File lengkapnya kalian bisa dapat kan Gratis DISINI

Post a Comment

Previous Post Next Post