Uraian
Untuk perawatan berkala, teknisi terutama memeriksa fungsi-fungsi yang diperlukan untuk memastikan pengoperasian kendaraan yang aman. Pemeriksaan dilakukan sebagai berikut:
- Pemeriksaan pengoperasian: lampu-lampu, mesin, penghapus kaca, kemudi, dll
- Pemeriksaan visual: ban-ban, tampilan eksterior, dll.
- Part-part penggantian berkala: oli mesin, saringan oli mesin, dll.
- Pemeriksaan pengencangan: Suspensi, pipa gas buang, dll.
- Pemeriksaan permukaan oli dan fluida: oli mesin, fluida power steering, cairan pendingin anti beku, fluida rem, dll.
Lihat buku Pedoman Reparasi untuk keterangan lebih lengkap perihal item-item pemeriksaan, termasuk nilai standar, momen pengencangan, dan volume pelumas.
Efisiensi Pengoperasian
Untuk melaksanakan pengoperasian secara efisien, kami bermaksud menghilangkan "muri" (ketidaklayakan), "muda" (kesia-siaan), dan "mura" (ketidakmerataan). Hal ini dilakukan dengan cara memperpendek jarak tempuh dan mengurangi jumlah pergerakan disekitar kendaraan, mengurangiposisi kerja yang tidak layak, mengurangi jumlah kerja pengangkatan, dan menghilangkan waktu idle. Pengoperasian pada bab ini dilakukan dengan dasar "satu teknisi per area".
1. Memperpendek alur kerja mengitari kendaraan
- Berusaha sebaik mungkin untuk berkonsentrasi pada pekerjaan yang melibatkan area yang sama, dan mengerjakan semuanya pada satu waktu.
- Alur pergerakan disekitar kendaraan harus dimulai dari tempat duduk pengemudi dan berakhir setelah teknisi menyelesaikan perjalanannya mengitari kendaraan sekali.
- Peralatan, instrumen, dan part-part penggantian harus dipersiapkan sebelumnya dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.
2. Meningkatkan posisi kerja
Posisi berdiri adalah pengoperasian dasar. Oleh karena itu, cobalah untuk mengurangi posisi duduk atau jongkok sebanyak mungkin.
3. Menghilangkan waktu idle
Dilakukan dengan cara mengelompokkan tugas seperti menguras oli dan memanaskan mesin dengan item tugas lain.
4. Mengurangi jumlah pergerakan pengangkatan
Klasifikasikan ke dalam item-item kerja berdasarkan posisi pengangkatan dan konsentrasikan kerja bersama-sama, sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan pada posisi yang sama dan dengan waktu yang sama.
Posisi Lift dan Alur
Berikut adalah uraian alur pergerakan kerja pada setiap posisi lift.
Sebagai aturan, ke 9 posisi liftyang dijelaskan disini akan memungkinkan teknisi menyelesaikan semua pengoperasian. Dengan demikian pemeriksaan yang efisien dapat dilakukan dnegan meminimalkan jumlah pengoperasian lift.
- Posisi Lift 1 (lift tetap tidak terangkat)
- Posisi Lift 2 (lift diangkat rendah)
- Posisi Lift 3 (lift diangkat tinggi)
- Posisi Lift 4 (lift diangkat dipertengahan)
- Posisi Lift 5 (lift diangkat rendah)
- Posisi Lift 6 (lift diangkat dipertengahan)
- Posisi Lift 7 (lift diangkat rendah, ban-ban menyentuh tanah)
- Posisi Lift 8 (lift diangkat tinggi)
- Posisi Lift 9 (lift tetap tidak terangkat)
- Tes jalan
Downlaod aja ya gaes,, Biar tambah Kumplit untuk koleksi Referensi di bengkel atau di Sekolah anda, Download Gratis, ini LINKNYA


Post a Comment